SELAMAT DATANG DI BLOG GURU NGAJI YGNI

Guru Ngaji YGNI ada untuk pengembangan dakwah lewat pendidikan Diniyah Formal dan Formal serta pemberdayaan masyarakat.

GURU NGAJI YGNI DAN LAZISWAQ YGNI

Anda Peduli Pendidikan Diniyah buat anak anak di desa dan kampung-kampung salurkan bantuan ke LAZISWAQ YGNI BRI : 6602-01-007030-53-9 AN.Yayasan YGNI.

SAVE PALESTINE-SYURIAH-AFGHANISTAN

Indonesia dicap Sebagai Negara Kafir tapi Paling Giat Membela Palestina Merdeka, Arab Diakui Sebagai Pusat Manhaj Sunnah tapi lembek Membla Saudaranya.

ANDA MUSLIM REAKTIF ? KENAPA TIDAK AKTIF ? KALAU ADA PEMURTADAN BARU RIBUT

Kalau ada non muslim peduli terhadap permasalahan lingkungan baik pendidikan ,Sosial ekonomi dan lainnya anda katakan sebagai pemurtadan tapi anda sendiri tidak peduli terhadap mereka, Itulah Islam Reaktif

KAPAN ANDA PEDULI TERHADAP DAKWAH DAN DHUAFA ?

Uang dan harta anda sering digunakan secara berlebihan bahkan mubazir kenapa tidak untuk menolong sesama.

Tampilkan postingan dengan label Jurnal-Gurungaji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal-Gurungaji. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2015

Guru Ngaji Wajib Berdakwah Pentingnya Partai Islam

Guru Ngaji YGNI. Guru Ngaji Wajib Berdakwah Pentingnya Partai Islam

Dengan adanya persoalan Ahok sebagai pemimpin DKI yang arogan dan memakai akalnya sendiri dan tidak memakai aturan norma-norma yang ada menyebabkan kita harus khawatir akan nasib generasi muda yang akan datang.

Ahok menginginkan legalisasi toko Minuman berahkohol (Minol) membuktikan bahwa Ahok dan pemimpin jaman sekarang hanya mementingkan diri sendiri dan orang yang punya modal. Mereka tidak peduli merosotnya moral generasi bangsa.

Pemimpin seperti ahok tidak bisa dibiarkan begitu saja, Kita sebagaii guru ngaji wajib berdakwah dalam segala bidang termasuk memilih partai yang peduli akan moral generasi umat Islam sebagai penduduk terbesar di Indonesia

mari kita kembali kepada kejayaan Partai Umat Islam. Pilih pemimpin yang mementingkan moral bangsa. bukan hanya pendapata suatu daerah. Partai Islam harus mengkader calon pemimpinnya agar tidak terjadi seperti ahok yang arogan seperti Tuhan saja.

Rabu, 25 Maret 2015

Ekspedisi Laksamana Cheng Ho

Biografi Cheng Ho
Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya adalah Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao, berasal dari provinsi Yunnan. Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan orang kasim. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam.


Dalam Ming Shi (Sejarah Dinasti Ming) tak terdapat banyak keterangan yang menyinggung tentang asal-usul Cheng Ho. Cuma disebutkan bahwa dia berasal dari Provinsi Yunnan, dikenal sebagai kasim (abdi) San Bao. Nama itu dalam dialek Fujian biasa diucapkan San Po, Sam Poo, atau Sam Po. Sumber lain menyebutkan, Ma He (nama kecil Cheng Ho) yang lahir tahun Hong Wu ke-4 (1371 M) merupakan anak ke-2 pasangan Ma Hazhi dan Wen.


Saat Ma He berumur 12 tahun, Yunnan yang dikuasai Dinasti Yuan direbut oleh Dinasti Ming. Para pemuda ditawan, bahkan dikebiri, lalu dibawa ke Nanjing untuk dijadikan kasim istana. Tak terkecuali Cheng Ho yang diabdikan kepada Raja Zhu Di di istana Beiping (kini Beijing).


Di depan Zhu Di, kasim San Bao berhasil menunjukkan kehebatan dan keberaniannya. Misalnya saat memimpin anak buahnya dalam serangan militer melawan Kaisar Zhu Yunwen (Dinasti Ming). Abdi yang berpostur tinggi besar dan bermuka lebar ini tampak begitu gagah melibas lawan-lawannya. Akhirnya Zhu Di berhasil merebut tahta kaisar.


Ketika kaisar mencanangkan program pengembalian kejayaan Tiongkok yang merosot akibat kejatuhan Dinasti Mongol (1368), Cheng Ho menawarkan diri untuk mengadakan muhibah ke berbagai penjuru negeri. Kaisar sempat kaget sekaligus terharu mendengar permintaan yang tergolong nekad itu. Bagaimana tidak, amanah itu harus dilakukan dengan mengarungi samudera. Namun karena yang hendak menjalani adalah orang yang dikenal berani, kaisar oke saja.

Berangkatlah armada Tiongkok di bawah komando Cheng Ho (1405). Terlebih dahulu rombongan besar itu menunaikan shalat di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). Pelayaran pertama ini mampu mencapai wilayah Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa). Tahun 1407-1409 berangkat lagi dalam ekspedisi kedua. Ekspedisi ketiga dilakukan 1409-1411. Ketiga ekspedisi tersebut menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413-1415 kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422). Ekspedisi terakhir (1431-1433) berhasil mencapai Laut Merah.


Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Tiongkok, Hang Li Po (atau Hang Liu), dikirim oleh kaisar Tiongkok untuk menikahi Raja Malaka (Sultan Mansur Shah).

Pada tahun 1424, kaisar Yongle wafat. Penggantinya, Kaisar Hongxi (berkuasa tahun 1424-1425, memutuskan untuk mengurangi pengaruh kasim di lingkungan kerajaan. Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa kekuasaan Kaisar Xuande (berkuasa 1426-1435).

Kapal yang ditumpangi Cheng Ho disebut 'kapal pusaka' merupakan kapal terbesar pada abad ke-15. Panjangnya mencapai 44,4 zhang (138 m) dan lebar 18 zhang (56 m). Lima kali lebih besar daripada kapal Columbus. Menurut sejarawan, JV Mills kapasitas kapal tersebut 2500 ton.

Arkeolog Cina, yang tiba di negara Afrika minggu ini, berharap bahwa kapal karam itu bisa memberikan bukti adanya kontak pertama antara Cina dan timur Afrika.
Kapal yang tenggelam dan karam diyakini menjadi bagian dari armada Zheng He, yang mencapai kota pesisir Malindi di tahun 1418.
Cina sendiri tampaknya yakin mereka akan menemukan kapal karam di dekat kepulauan Lamu, di mana potongan-potongan keramik dari era dinasti Ming banyak ditemukan.
Pemerintah Cina berinvestasi sebesar £ 2 juta (atau 3 juta dolar) dalam proyek bersama selama tiga tahun, di mana Kenya sendiri mengatakan mereka berharap akan mendapatkan temuan penting tentang hubungan awal antara Cina dan Afrika.
Menurut mitos di Kenya, beberapa pelaut Cina dari armada Zheng He yang terdampar dan selamat, diizinkan untuk tinggal dan menikahi wanita setempat.
Tes DNA dilaporkan menunjukkan bukti adanya keturunan Cina dari beberapa warga Kenya dan salah seorang warga Kenya yang keturunan Cina itu adalah wanita muda bernama Mwamaka Shirafu, ia diberikan beasiswa untuk belajar pengobatan Cina di Cina, di mana dia sekarang tinggal.
Menetapkan perlayaran lebih dari 600 tahun yang lalu, armada laksamana Zheng He membuat tujuh perjalanan epik, perlayarannya mencapai Asia Tenggara, Timur Tengah, dan sejauh pantai timur Afrika.
Ada yang mengatakan ia bahkan sampai ke Amerika – beberapa dekade sebelum penjelajah Eropa meyakini Christopher Columbus yang pertayamakali menjangkau benua Amerika- walaupun hal ini masih banyak diperdebatkan oleh para sejarawan.
Zheng He, dikenal sebagai Kasim laksamana Tiga-perhiasan, dirinya membawa hadiah dari Kaisar Cina dengan menaiki “kapal harta”, yang membawa barang berharga termasuk emas, porselin dan sutra.
Barang-barang berharga ini ditukar di sepanjang rute perdagangan dengan pedagang Arab, barang-barang berharga itu ditukar dengan gading, mur dan jerapah bahkan armada kapal Zheng He juga mempromosikan pengakuan dinasti baru Ming.
Tapi bertahun-tahun setelah kematiannya, kemunculan atas legenda laksaman Zheng He memudar dari kesadaran publik, dan selama berabad-abad legendanya telah dilupakan karena Cina kembali pada dunia dan memasuki suatu periode panjang isolasi.
Zheng He – yang juga dikenal sebagai Cheng Ho – saat ini dipuji sebagai pahlawan nasional baru Cina; pemberian gelar pahlawan baru Cina ini dilakukan oleh Partai Komunis Cina.
“Munculnya Cina telah menyebabkan banyak rasa takut,” kata Geoff Wade dari Institut Studi Asia Tenggara di Singapura.
“Zheng He digambarkan sebagai simbol keterbukaan Cina untuk dunia, sebagai utusan perdamaian dan persahabatan – dua kata ini terus bermunculan di hampir setiap referensi untuk Zheng He yang keluar dari Cina,” kata Prof Wade.
Pelayaran Zheng He, katanya, membawa porselin, sutra dan teh daripada pelayaran yang menyebabkan terjadinya pertumpahan darah, menjarah atau kolonialisme baru – mengacu kepada tindakan kekerasan koersif yang digunakan oleh para penjajah Barat.
“Untuk hari ini, Zheng He masih dikenang sebagai duta persahabatan dan perdamaian,” kata Wade.
Zheng He adalah seorang laksamana pada masa “kekaisaran” Cina era lampau, ketika belum ada pembatasan, tidak ada batas perbatasan, kata pakar tentang Cina Edward Friedman.
“Ekspedisi Zheng He adalah sesuatu kejadian yang nyata – dan itu merupakan prestasi yang luar biasa dari Zheng He dan sebuah keajaiban waktu,” kata Prof Friedman dari University of Wisconsin-Madison.
Prof Geoff Wade, seorang sejarawan yang telah menerjemahkan dokumen dari era dinasti Ming yang berhubungan dengan perjalanan Zheng He, membantah penggambaran Zheng He seorang petualang yang sekedar bertualang.
Dia mengatakan, catatan sejarah menunjukkan armada harta karun Zheng He juga membawa persenjataan canggih dan berpartisipasi dalam setidaknya tiga aksi militer besar; di Jawa, Sumatra dan Sri Lanka.
International Zheng He Society di Singapura menyebut pernyataan Prof. Geoff Wade sebagai “pemikiran ala barat”, dan mengatakan Zheng He terlibat dalam pertempuran dalam upaya untuk membersihkan banyaknya bajak laut
dar berbagai sumberhttp://www.eramuslim.com/danhttp://kolom-biografi.blogspot.com/

Radikalisme di Negeri Gotong Royong

Guru ngaji YGNI. Saat ini banyak sekali orang yang melakukan kegiatan radikalisme baiki itu mahasiswa maupun rakyat biasa. Alasan radikalisme di Indonesia beragam ada karena ideologi, sosial, ekonomi dan lainnya. Tetapi akhir-akhir ini radikalisme sering disematkan oleh Pemerintah Kepada gerakan Islam yang berhaluan keras.

Radikalisme Islam yang sering didengung-dengungkan sekarang adalah mereka yang simpati dan pengikut ISIS. Sebagai orang Islam penulis gerah labelisasi terhadap umat Islam yang berani mengkritik pemerintah atau penguasa terus dikriminalisasi menjadi teroris atau pengikut gerakan radikalisme.

di negeri ini apa saja bisa dikriminalisasi baik itu calon Kapolri, KPK, bahkan sebuah partai pun dikriminalisasi agar tumbah paling tidak pecah. Negeri penuh intrik dan hawa nafsu kekuasaan. Sebagai guru ngaji Penulis sangat berhati-hati dalam berbicara, bertindak, mengajar, bergaul agar tidak menjadi sasaran kriminalisasi oleh pihak-pihak tertentu.

Selama ini penulis sudah mengalami banyak rintangan dalam berdakwah, tidak mau melakukan hal-hal bodoh yang menyebabkan terjerumus ke dalam radikalisme maupun disintegrasi bangsa.

Minggu, 08 Maret 2015

Cara Mengecek NRG-Nomor Registrasi Guru

Untuk mengecek nomor registrasi guru di internet atau yang biasa di sebut NRG guru via online terbaru-baru ini memang cukup mudah, karena pemerintah indonesia melalui PTKDIKMEN membuat website khusus yang berguna untuk menangani masalah pengecekan NRG "Nomor Registrasi Guru" via internet/online, mengingat banyak sekali guru-guru yang ada di Indonesia tidak atau kurang tahu NRG mereka masing-masing, naah untuk itu bagi guru indonesia yang lupa dan ingin mengecek nomor registrasi guru via internet bisa mencarinya melalui website resmi PTKDIKMEN Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Cara mengecek NRG guru via online ini berlaku untuk semua jenjang guru indonesia yang berada di seluruh Indonesia, asal mempunyai akses internet dan juga mengetahui NUPTK maka anda sudah bisa mengecek nomor registrasi guru, sehingga hal ini bisa memudahkan anda untuk mengetahui atau memastikan tunjangan fungsional NON-PNS diterima dengan baik.

Mengingat banyaknya tunjangan fungsional guru yang tidak keluar, ntah itu karena faktor salah dalam memasukkan data mengajar mata pelajaran, salah memasukkan no rek bank, ataupun masalah lain yang membuat dana tunjangan fungsional NON-PNS anda tidak diterima/keluar.

Dengan releasnya website resmi dari direktorat P2TK DIKMEN KEMDIGBUDRepublik Indonesia ini maka sangat memudahkan anda dalam mengecek nomor registrasi guru "NRG" via online, selain untuk mengecek nomor registrasi guru website ini juga bisa anda gunakan untuk mengecek besarnya tunjangan profesi Non-PNS yang ada terima per periodenya, dimana biasanya dalam satu tahun akan menerima tunjangan profesi Non-PNS sebesar Rp 1.500.000/bulan atau sekitar Rp 4.500.000/3bulan/periode "sebelum di potong pajak".

Cara Mengecek NRG Guru (Nomor Registrasi Guru) Via Online Terbaru
1. Untuk mengetahui NRG terbaru anda, bisa mengeceknya di http://ptkdikmen.kemdiknas.go.id/kemdikbud-dekonkeu/
2. Kemudian pada sisi kiri bagian "CEK SK TUNJANGAN DEKON" anda isikan NUPTK anda pada bagian NUPTK
3. Lalu Klik tombol Cari, dan jika benar yang NUPTK dimasukkan, maka akan muncul detail nomor SK dan juga NRG anda ketika anda klik details.
Demikian informasi mengenai cara mengecek nrg guru via online melalui website resmi direktorat P2TK yang sekarang ini masih aktif, penasaran ? silahkan dicoba sendiri.

Sabtu, 07 Maret 2015

Konsep dan pengertian tamadun

Konsep dan pengertian tamadun

Konsep dan pengertian tamadun

Pernahkah anda mendengar perkataan tamadun dan dari mana asalnya? Perkataan ‘tamadun’ berasal daripada bahasa Arab dengan kata dasar‘da-na’ yang bererti beragama. Manakala daripada kata ‘da-na’ ini pula muncul kata madanna serta tamaddana yang kedua-duanya bererti mengasaskan dan membina kehidupan perbandaran dan kehalusan budi pekerti. Seterusnya dari kata tamaddana itulah lahirnya perkataantamaddun. Walaupun perkataan tamadun yang digunakan pada hari ini merujuk kepada suasana kehidupan yang maju dari segi fizikal dan moralnya, namun oleh kerana ia berasal dari kata dasar da-na yang bererti agama, maka sudah tentu maksud sebenar tamadun itu berkaitan dengan keagamaan juga. Dengan itu, secara kasarnya perkataantamaddun atau tamadun dalam bahasa Melayu itu boleh diertikan dengan satu suasana kehidupan yang maju dari segi ilmu, material, budaya dan kerohanian berteraskan kepada nilai-nilai dan kepercayaan keagamaan yang bersumberkan wahyu al-Qur’an dan al-Hadith.
Istilah terawal yang digunakan untuk menghuraikan tamadun secara ilmiah dipelopori oleh Ibn Khaldun iaitu pengasas ilmu ketamadunan pada abad ke-14. Beliau telah menggunakan dua istilah utama iaitu:
Seterusnya pada abad ke-19 iaitu 500 tahun kemudian, baru ditemui dalam bahasa Inggeris perkataan yang seerti dengan umran dan hadarahiaitu civilisation. Perkataan civilisation berasal daripada perkataancivitas dalam bahasa Latin yang bermaksud bandar dan kota.
Menurut E.B. Taylor, seorang ahli antropologi, perkataan civilisationmerangkumi keseluruhan pencapaian manusia termasuk pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, undang-undang, adat dan keupayaan-keupayaan serta tabiat-tabiat lain yang diperolehi oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Ciri-ciri tamadun
Mari kita luaskan lagi maklumat tentang tamadun. Seterusnya anda perlu ketahui ciri-ciri sebuah tamadun. Menurut Edward L. Farmer dalam bukunya Comparative History of Civilization in Asia menggariskan tujuh ciri utama tamadun:
Secara ringkasnya, berikut adalah beberapa elemen asas yang memainkan peranan penting dalam proses pembentukan sesebuah tamadun. Antara elemen-elemen tersebut adalah seperti berikut:
1. Penempatan manusia pada suatu tempat yang strategik seperti pusat bandar.
2. Jangka hayat penghidupan yang stabil dan agak panjang.
3. Terdapat sistem organisasi dan institusi sosial dalam bidang politik, ekonomi, sosialisasi dan pendidikan yang teratur dan sistematik.
4. Wujud satu bahasa atau beberapa bahasa serumpun dengan sistem tulisan tersendiri yang menjadi alat komunikasi ilmu.
5. Wujud undang-undang yang teratur dan berwibawa untuk mengawal perlakuan dan tindak-tanduk anggota masyarakatnya.
6. Peningkatan daya kekreatifan dalam bidang seni, sastera, falsafah dan lain-lain.
7. Terdapat pelbagai penciptaan sains dan teknologi.
Ini adalah antara ciri-ciri yang wujud dalam sesebuah masyarakat yang mempunyai kehidupan bertamadun. Ketiadaan ciri-ciri ini menjadikan sesebuah masyarakat tidak bertamadun dan mundur.
Grafik di bawah merupakan ringkasan kepada sesebuah tamadun dan faktor-faktor yang mengakibatkan keruntuhan sesebuah tamadun.

Rujukan Web
Sila ke laman web berikut untuk mengetahui maklumat lanjut mengenai tamadun Islam:
sumberhttp://pengajianislam.pressbooks.com/chapter/konsep-dan-pengertian-tamadun/

Sabtu, 11 Oktober 2014

Gurungaji YGNI Dan Laziswaq YGNI Butuh Dukungan Kaum Musllimin

Guru Ngaji YGNI dan Lemmbaga Laziswaq YGNI mengharapkan perhatian dan dukungan masyarakat dan dunia usaha serta pemerintah untuk memperhatikan nasib para guru ngaji. Guru ngaji banyak yang mengajar lillahi ta`ala sehingga keistiqomahan dalam dakwah / mengajar sering terganggu apabila keluarga guru ngaji ada masalah berkaitan dengan uang.

Oleh karena Pemerintah harus lebih peduli terhadap guru ngaji ini, dengan diterbitkannya Peraturran Pemerintah nomor 55 tahun 2008 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan maka seharusnya pemerintah berkewajiban untuk memperhatikan kesejahteraan mereka.

Buat lingkungan masyarat dan dunia usaha yang beragama Islam juga harusnya ikut peduli akan proses pendidikan di masyarakat khususnya pendidikan diniyah. Oleh karena kami para Guru Ngaji YGNI dan lembaga Laziswaq YGNI mengajak untuk menyisihkan sebagian harta untuk membantu paraa guru ngaji dimanapun berada.

Kami juga sangat berterima kash, apabila ada dermawan yang mau membantu kegiatan jaringan dakwah diberbagai daerah. Gerakan dakwah akan sulit berkembang bila tidak mendapat dukungan dari anda semua. Dakwah kami lakukan diatas semua golongan, kami hanya mendakwahkan ajaran Islam sesuai Quran dan Sunnah serta mementingkan Persatuan dan Kesatuan Islam bukan aliran kelompok.

Jaringan kami :

  1. Pondok Pesantren Shidiqiin Wara`Purwojati Banyumas
  2. DTA/DTW/DTUy dan DA/DU/DW/Duy Shidiqiin Wara`
  3. TPQ dan DTA Di Rangkasbitung
  4. TPQ dan DTA YGNI di Rowokele Kebumen
  5. TPQ YGNI Jatilawang'
  6. Madin Di Cikarag Majenang
  7. Madin Asyifa di Permunas RSCM Cilebut Jakarta
  8. Madin dan TPQ Miftahul Jannaj di Cijantung
  9. Dll

Sabtu, 05 April 2014

Pengertian Ciri dan Dalil Tentang Wara`

1. Definisi Wara’


Wara’ diambil dari kata yang terdiri dari huruf waw, ra’ dan ‘ain yang berarti menahan, mengepal. Menurut bahasa wara’ adalah menjaga kesucian yaitu menahan diri dari yang tidak pantas, maka dikatakan tawara’, jika seseorang merasa sempit. Wara’ adalah bagian dari takwa.

Menurut istilah syariat, wara’ adalah meninggalkan yang meragukan, menentang yang membuatmu tercela, mengambil yang lebih terpercaya, mengarahkan diri kepada yang lebih hati-hati. Singkatnya, wara’ adalah menjauhi yang syubhat dan mengawasi yang berbahaya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Wara’ adalah dari yang ditakuti akibatnya, yaitu dari yang diketahui haramnya dan yang diragukan keharaman nya, dalam meninggalkan nya tidak terdapat bahaya yang lebih besar daripada melakukan nya.”

Wara secara etimologi (bahasa): berasal dari kata:وَرِعَ , يَرِع  yang di ambil dari ( ورع ) yang bermakna 'menahan' dan 'tergenggam'.

Ibnu Faris berkata:
"Wara bermakna juga: العفة (menjaga diri) yaitu: menahan diri dari hal-hal yang tidak selayaknya…

Ibu Manzhur berkata:
الوَرَع (wara) artinya: merasa risih (jawa=pekewuh).
Dan الوَرِع (dengan mengkasrohkan huruf ro') artinya orang yang khawatir lagi melindungi diri serta merasa risih.

Asal arti kata wara adalah: menahan diri dari yang diharamkan dan merasa risih dengannya. Kemudian dipinjam untuk istilah menahan diri dari hal mubah (yang dibolehkan) dan halal.

Dalam mengartikan makna wara ini ulama berbeda dalam pengungkapannya dengan banyak ungkapan. Beda ungkapan tetapi sepakat dalam makna. Saya nukilkan beberapa di antaranya -dengan taufik Allah-:

Ibnu Umar  berkata:
"Tidaklah seorang hamba mencapai hakikat ketakwaan sampai ia meninggalkan apa yang meragukan hatinya.

Dengan makna yang serupa diungkapkan oleh sebagian salaf:
"Tidaklah seorang hamba mencapai hakikat ketakwaan hingga meninggalkan apa yang tidak memudaratkan demi kehati-hatian dari perkara yang mengandung kemudaratkan."




Ibrohim bin Adham berkata:
"Wara adalah meninggalkan setiap perkara samar. Dan meninggalkan apa yang bukan urusanmu adalah meninggalkan hal yang berlebihan.

Dikatakan pula:
"Wara artinya keluar dari syahwat (hawa nafsu) dan meninggalkan kejelekan-kejelekan."
"Nabi  telah merangkum pengertian wara dalam satu kalimat:

))  مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ  ((
"Dari baiknya keislaman seseorang itu adalah meninggalkan apa yang bukan urusannya (dikuasainya)." 
Mencakup 'meninggalkan apa-apa yang bukan urusannya': baik berupa pembicaraan, pandangan, pendengaran, jamahan, langkah, fikiran dan segala aktifitas lahir maupun batin. Kalimat Nabi di atas gamblang dan simpel memberikan pengertian sifat wara." 

Syaikh Muhammad bin Soleh al-Utsaimin -semoga Allah merahmatinya- berkata:
"Wara adalah: meninggalkan apa yang memudaratkan. Di antaranya meninggalkan perkara yang samar hukum dan hakikatnya.


2. Dalil tentang Wara’

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

من حسن إسلام المرء تركه مالا يعنيه
“Dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.” [Hasan : Sunan Tirmidzi]

Makna hadits ini mencakup setiap yang tidak bermanfaat dari ucapan, penglihatan, pendengaran, ayunan tangan, berjalan, berpikir dan seluruh gerak yang tampak ataupun yang tidak (batin). Hadits ini telah mencakup semua makna 
yang terkandung dalam lafazh wara’.
Dalam hadits lain Nabi  bersabda:
(( فَضْلُ الْعِلْمِ خَيْرٌ مِنْ فَضْلِ الْعِبَادَةِ, وَخَيْرُ دِيْنِكُمْ الوَرَعُ ))
"Keutamaan ilmu lebih baik dibandingkan keutamaan ibadah. Dan kebaikan agamamu adalah wara." [1]




[1] Mundziri -semoga Allah merahmatinya- berkata: "Hadits ini sebagaimana yang terdapat dalam Sahih at-Targhib wa at-Tarhib I/103, diriwayatkan oleh at-Thabaroni di dalam kitab al-Ausaath dan al-Bazzar dengan sanad yang hasan." Telah disahihkan oleh Syaikh al-Albani -semoga Allah merahmatinya- di dalam kitabnya Sahih al-Jami' no.4214. Lebih luasnya mengenai hadits-hadit wara ini lihat Mausu'ah Nadhroh an-Naim VIII/3619.

  Rasul shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ

 Jadilah seorang yang wara’, niscaya engkau menjadi manusia yang paling (tinggi kualitas) ibadahnya (H.R Ibnu Majah, dinyatakan sebagai sanad yang hasan oleh alBushiri dalam Mishbahus Zujaajah)
Ibnul Mubarak (salah seorang guru Imam al-Bukhari) berkata: Sungguh aku mengembalikan harta satu dirham yang berasal dari harta yang syubhat lebih aku cintai dari pada bersedekah dengan seratus ribu (dirham),…hingga 600 dirham (Shifatus Shofwah (4/139)).

3. Wara' harus dengan Ilmu

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
“Dari kesempurnaan wara’ adalah hendaknya seseorang mengetahui yang terbaik dari dua kebaikan dan yang terburuk dari dua keburukan, mengetahui bahwa landasan syariat adalah mewujudkan kemaslahatan dan menyempurnakan nya, serta mengeliminasi kerusakan dan meminimalkan nya. Maka barangsiapa yang tidak menyeimbangkan antara mengerjakan dan meninggalkan maslahat dan mudharat, mungkin saja dia meninggalkan yang wajib dan melakukan yang haram, dan memandang sikap tersebut sebagai sikap wara’, seperti orang yang tidak ikut serta berjihad bersama pemimpin yang zhalim, lalu melihat hal tersebut sebagai sikap wara’. Misalnya, datang pasukkan tentara Islam kepada pemimpin yang belum bisa diganti, pada diri pemimpin tersebut terdapat sifat kefasikan namun dia berjihad melawan orang-orang kafir. Salah seorang dari mereka berkata : “Saya menahan diri (wara’) untuk tidak berjihad dibelakang orang fasik ini.” Maka apa yang akan terjadi? Pasti musuh akan dapat membinasakan negeri kaum muslimin dan kaum muslimin akan terjerumus dalam kekalahan.

Salah seorang dari mereka bapaknya meninggal dunia, bapaknya itu memiliki harta yang termasar kehalalan nya dan dia memiliki hutang. Ketika orang-orang datang untuk menagih hak mereka, salah seorang anaknya berkata : “Kami menahan diri (wara’) untuk melunasi hutang bapak kami dengan harta yang syubhat ini.” Ini adalah sikap wara’ yang batil dan pelakunya adalah orang yang bodoh.

Jadi kebodohan membuat sebagian orang meninggalkan kewajiban dengan anggapan bahwa dia bersikap wara’, meninggalkan shalat Jumat dan shalat berjamaah dibelakang imam ahli bid’ah atau pelaku dosa dan menganggap bahwa tindakan tersebut sebagai sikap wara’, menolak untuk menerima persaksian hamba, tidak mau menerima ilmu seorang alim karena pada diri orang tersebut terdapat bid’ah yang tersembunyi, lalu memandang bahwa tidak mau menerima kebenaran yang wajib didengarnya sebagai sikap wara’.”

4. Dalam hal apa kita wara’ ?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
“Perkara-perkara yang wajib dan sunnah tidak boleh diterapkan sikap zuhud dan wara’ terhadapnya. Adapun terhadap perkara yang haram dan makruh layak disikapi dengan zuhud dan wara’ terhadapnya.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
“Wara’ dari yang tidak mengandung mudharat, atau mudharatnya sangat kecil, sementara manfaatnya sangat besar atau dapat menghindarkan mudharat yang lebih besar, maka tindakan wara; seperti ini adalah kebodohan dan kezaliman. Karena ada tiga hal yang kita tidak boleh bersikap wara’ terhadapnya. 1. Manfaatnya yang sebanding. 2. Manfaatnya lebih kuat dan 3. Seluruhnya adalah manfaat. Seperti perkara yang benar- benar mubah atau perkara yang sunnah atau yang wajib. Maka wara’ dari (3 perkara ini) adalah kesesatan (dan kebodohan).”

5. Tingkatan wara’

Sebagian Ulama membagi wara’ kepada tiga tingkatan :

  • Pertama : Wajib, yaitu meninggalkan yang haram. Dan ini umum untuk seluruh manusia.
  • Kedua : Menahan diri dari yang syubhat, ini dilakukan oleh sebagian kecil manusia.
  • Ketiga : Meninggalkan kebanyakan perkara yang mubah, dengan mengambil yang benar-benar penting saja, ini dilakukan oleh para Nabi, orang-orang yang benar (shiddiqin), para syuhada’ dan orang-orang shalih.
Wara’ dari perkara yang mubah maksud nya wara’ dari perkara mubah yang dapat mengantarkan nya kepada yang haram. Bukan didalam hal yang jelas-jelas kemubahan nya. Bahkan perkara mubah bisa menjadi ibadah apabila diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Misalnya, seseorang makan dengan niat untuk mendapatkan tenaga agar bisa beribadah kepada Allah, atau tidur agar bisa melaksanakan shalat malam, menikah dengan niat memberikan nafkah kepada isteri dan mengikuti sunnah Rasulullah dan semisalnya.
6. Potret sikap wara’ orang-orang shaleh
  • Wara’nya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam
Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersikap wara’ terhadap buah kurma yang didapatkan dirumahnya. Hasan bin Ali mengambil kurma zakat dan memasukkan kedalam mulutnya, maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Kuhk, Kuhk..” yakni agar memuntahkan nya, kemudian beliau bersabda : “Tidakkah kamu menyadari bahwa kita tidak makan dari harta zakat.” [Shahih Bukhari dan Muslim]
  • Wara’nya Abu Bakar Radhiyallahu’anahu
Beliau memiliki seorang budak yang membayar upeti kepadanya. Abu Bakar makan dari upeti tersebut. Suatu hari budak itu membawa makanan, maka Abu Bakr menahan nya. Setelah itu budak tersebut berkata : “Tahukah apa yang telah kamu makan?” Abu Bakar bertanya : “Apa itu?” Dia berkata : “Dulu aku pernah menjadi dukun untuk seseorang dimasa jahiliyah. Sesungguhnya aku tidak pandai berdukun, tetapi aku mau menipunya. Dia menemuiku dan memberikan sesuatu kepadaku dan itulah yang engkau makan.” Maka Abu Bakar memasukkan tangan nya kedalam mulutnya dan memuntahkan seluruh yang ada dalam perutnya.” [Shahih bukhari]
  • Wara’ nya Umar bin Khaththab Radhiyallahu’anhu
Umar bin Khaththab membagikan pakaian kepada para wanita Madinah, maka tersisa pakaian yang bagus. Sebagian orang yang ada disisinya bertanya : “Wahai Amirul Mukminin, berikan ini kepada puteri Rasulullah yang ada disisimu.” Yang mereka maksud adalah Ummu Kaltsum yakni Puteri Ali yang dinikahi Umar, dia adalah cucu Rasulullah, maka Umar berkata : “Ummu Salith lebih berhak.” Ummu Salith adalah wanita Anshar yang berbai’at kepada Nabi karena dia menjahit bagi kami tempat air pada waktu perang Uhud.” [Shahih Bukhari]

7. Buah dan Manfaat Wara’
  • Terhindar dari adzab Allah, pikiran menjadi tenang dan hati menjadi tentram.
  • Menahan diri dari hal yang dilarang.
  • Tidak menggunakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
  • Mendatangkan cinta Allah karena Allah mencintai orang-orang yang wara’.
  • Membuat doa dikabulkan, karena manusia jika mensucikan makanan, minuman dan bersikap wara’, lalu mengangkat kedua tangan nya untuk berdoa, maka doa nya akan segera dikabulkan.
  • Mendapatkan keridhaan Allah dan bertambahnya kebaikan.
  • Terdapat perbedaan tingkatan manusia didalam surga sesuai dengan perbedaan tingkatan wara’ mereka.
8. Tanda-Tanda Wara`
Menurut Al-Faqih, bukti adanya wira'i (wara') dalam diri seseorang adalah jika dalam diri orang tersebut telah ada sepuluh kewajiban, yaitu:

1. Memelihara lisan, tidak sampai ghibah atau menggunjing. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 12 yang artinya, "Janganlah setengah di antara kamu menggunjing terhadap setengah lainnya."

2. Tidak buruk sangka. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 12 yang artinya, "Hindarkanlah prasangka buruk, karena setengahnya adalah dosa."

Dalam hadits Nabi saw. dijelaskan yang artinya, "Hati-hatilah kamu dari prasangka buruk, karena hal itu adalah perkataan paling bohong."

3. Tidak menghina (merendahkan) orang lain. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 11 yang artinya, "Janganlah suatu kaum menghina kaum lainnya, boleh jadi kaum yang dihina itu adalah lebih baik dari pada kaum yang menghina."

4. Memelihara pandangan mata dari yang haram. Firman Allah swt. dalam surah Nur ayat 30 yang artinya, "Katakanlah, ada orang-orang mukmin agar memejamkan pandangan matanya dari yang haram."

5. Berbicara benar. Firman Allah swt. dalam surah al-An'am ayat 152 yang artinya, "Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil."

6. Mengingat nikmat Allah swt. yang telah diberikan kepadanya agar tidak sombong. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 17 yang artinya, "Bahkan Allah-lah yang memberi karunia kepadamu ketika kau diberi petunjuk, sehingga kau beriman. Jika kau benar-benar beriman."

7. Menggunakan hartanya dalam jalan kebenaran, bukan pada kebatilan. Firman Allah swt. dalam surah al-Furqan ayat 67 yang artinya, "Orang-orang yang membelanjakan hartanya tiada berlebihan dan tiada kikir, mereka tengah-tengah (berlaku sedang) dalam hal itu."

8. Tidak ambisi kedudukan dan tidak pula berlaku sombong. Firman Allah swt. dalam surah al-Qashash ayat 83 yang artinya, "Negeri akhirat sengaja Kami sediakan bagi mereka yang tidak ambisi kedudukan dunia dan tidak pula suka merusak."

9. Memelihara (waktu) sholat dan menyempurnakan ruku dan sujudnya. Firman Allah swt. dalam surah al-Baqarah ayat 238 yang artinya, "Peliharalah (waktu-waktu) sholat, terutama sholat pertengahan, tegakkanlah dengan khusyu', diam bermunajat."

10. Istiqomah mengikuti sunnah Rasul dan jamaah umat Islam. Firman Allah swt. dalam surah al-An'am ayat 153 yang artinya, "Inilah ajaran yang menuju kepada keridhoan-Ku (jalan lurus-benar), lalu ikutilah, jangan mengikuti jalan-jalan lain, (jika demikian), pasti menyimpang jauh dari jalan Allah. Demikianlah pesan Dia kepadamu agar kamu bertakwa."Ketahuilah bahwa wara' itu baik, tetapi jika berlebih-lebihan sampai di luar batas, akhirnya menjadi tidak baik. Rasulullah saw. bersabda, "Celakalah orang-orang yang melampaui batas."

Kamis, 27 Februari 2014

Sejarah FKGNI-Forum Komunikasi Guru Ngaji Indonesia

Berikut ini akan ditulis mengenai Sejarah FKGNI-Forum Komunikasi Guru Ngaji Indonesia
test

Minggu, 16 Februari 2014

Cara Meningkatkan Hafalan Dalam Belajar

Cara Meningkatkan Hafalan Dalam Belajar yang kami dapatkan sewaktu belajar kitab Ta'limul Muta'alim.

Memang dalam hal hafalan dan daya ingat manusia berbeda-beda, ada yang mudah mengingat, ada juga yang pelupa. Tapi meskipun begitu, bukan tidak mungkin untuk kita asah tingkat hafalan dan daya ingat kita dengan cara sebagai berikut.
  1. Serius dalam belajar.
  2. Istiqomah dalam belajar.
  3. Mengurangi makan dan memperbanyak puasa.
  4. Memperbanyak sholat malam.
  5. Membaca Al Qur’an dengan melihat tulisannya walaupun kita sudah hafal.
  6. Memulai belajar dengan membaca: Bismillahi wa subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illahuwallahuakbar. walaa haulaa walaa quwwata illabillahil ‘aliyyil ‘adziimil ‘aliimil adada kulli harfin kutiba wayuktabu abadal aabidiina wadahroddahiriin.
  7. Setiap selesai sholat fardhu membaca:
  8. Aamantu billahi waahidil ahadil haqqi wahdahuu laa syariika lahuu wakafartu siwaahu.
  9. Memperbanyak membaca sholawat.
  10. Meninggalkan segala tindakan-tindakan maksiat.
  11. Siwakan, minum madu, makan kandarah dengan gula serta makan anggur merah 21 biji setiap hari sebelum anda makan apa-apa.
  12. Tidak riya’.
  13. Sholat dengan khusyu’. ini Untuk melatih konsentrasi.
Bila temen-temen serius mengamalkannya maka kalian akan melihat perubahan yang baik untuk kedepannya. Saya tetap mencoba hingga sekarang dan ternyata masih sulit karena banyak godaan dan rintangan. Tapi kita sebagai manusia tidak pantas untuk cepat menyerah, apalagi jika belum sempat mencoba.

itulah Cara Meningkatkan Hafalan Dalam Belajar menurut kitab Ta'limul Muta'alim

Senin, 04 November 2013

Guru Ngaji YGNI Ajak Muslim Indonesia Bersatu Untuk Kuasai Media

Media Xidix
Media di Indonesia sejak awal adalah alat kepentingan barat untuk menyebarkan paham dan propaganda kapitalusme dan demokrasi yang bobrok,. Para pejuang yang ikhlas berjuang untuk bangsa dan lingkungan akan menjadi musuh media di Indonesia. Media Indonesia selalu membuat opini sesuai keinginan dan kepentingan penguasa dan konglomerat ;\

Kita umat Islam sudah seharusnya khawatir dan peduli akan kondisi seperti ini, karena berita yang akan dibuat adalah untuk kepentingan mereka yang selalu memusuhi Islam dan perjuangan Islam, kebenaran akan diubah menjadi bias bahkan menjadi hitam. Berita yang dibuat oleh pemilik media tersebut tidak membela rakyat kecil tapi untuk kepentingan bisnis dan kekuasaan belaka.

Kita ingat ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang dijagokan Amerika Serikat dan sekutunya untuk menggolkan kepentingan barat maka seluruh media menyanjung habis-habisan kebaikan dan prestasi SBY, agar kelihatan seperti manusia keturunan dewa yang tanpa cacat. dan berhasil sampai menduduki jabatan presiden 2 periode.

Sekarang setelah menjabat 2 kali periode yang tidak mungkin menjabat lagi media sekarang menghabisi nama baik yang dibuat sendiri karena sekarang para raja media tersebut sudah punya kepentingan sendiri-sendiri seperti ANTV, TV one , Viva.co.id yang dimiliki Aburizal Bakrie berniat maju jadi calon Presiden Indonesia, Hary Tanoe yang menguasai MNC dan lainnya, ingin jadi wakil presiden, dan lainnya..

Sedangkan Barat sedang mengatur strategi dengan membenmtuk opini jagom presiden pertama Yaitu Jojo Widodo ( JOKOWI) jago cadangan . yang jelas kepentingan barat tidak akan pernah menguntungkan umat Islam dan bangsa Indonesia.
Guru Ngaji YGNI mengajak kepada seluruh Umat Islam :: Mari umat Islam bersatu untuk bahu membahu untuk bisa membentuk satu media atau jaringan media yang terpercaya bagi umat Islam bukan saling menjatuhkan tapi saling mendukung demi kesatuan, persatuan dan kejayaan umat Islam,

oleh : Raras Wuri Miswandaru Sang Guru Ngaji YGNI wakil dari
 Pengurus :

  1. Yayasan Guru Ngaji Indonesia
  2. Forum Komunikasi Guru Ngaji Indonesia

Minggu, 13 Oktober 2013

Guru Ngaji YGNI : Selamat Hari Idul Adha dan Qurban

 QS.Alkautsar : 2
Èe@|Ásù y7În/tÏ9 öptùU$#ur ÇËÈ  

 Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

Dihari 

Kamis, 04 April 2013

Standar Kompetennsi Guru Ngaji YGNI




Shidiqiin Wara`, Simbah Wuri
Shidiqiin Wara` , Gurungaji YGNI
Raras Wuri Miswandaru, 4 April 2013, Adalah Pedoman pokok berisi seperangkat kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh Guru Ngaji YGNI yaitu guru yang mengadakan kegiatan dakwah, pendidikan dan sosial dibawahYayasan Guru Ngaji Indonesia (YGNI)  dan berguna untuk mengikat unsur-unsur yang terlibat dalam penyelenggara atau pengajar satuan pendidikan keagamaan seperti pesantrenMadrsah Diniyah (Madin ) atau sering disebut Diniyah Takmiliyah baik formal maupun non formal, TPQ, TKQ, dan lainnya, peningkatan kemampuan guru ngaji YGNI, dan pengelolaan lembaga Keagamaan dibawah Yayasan YGNI.

Kenapa standarisasi kompetensi guru ngaji YGNI sangat penting dan diperlukan ? karena dari survai dan penelitian kami bahwa banyak guru ngaji berkemampuan rendah dalam penguasaan agama Islam sehingga menciptakan santri yang mutu keislamannya juga rendah pula. rendah dalam keilmuan maupun kualitas kepribadian Islamnya.

Diantara kendala yang dihadapi para guru ngaji ]atau asatidz dan asatidzah yaitu :
  1.  Guru ngaji hanya mengajarkan baca alquran saja padahal banyak orang non Islam juga sudah bisa baca alquran.
  2.  Memahami dalil berdasarkan kelompoknya saja sehingga mengaku paling benar sendiri lainnya sesat.
  3. Hanya mengajar berdasarkan pendapatnya atau golongannya dan tidak punya ghirah menghidupkan sunnah dan atau mempersatukan Islam demi kejayaan Umat Islam.
  4. Huru ngaji hanya mengajarkan metode pembelajaran IQRA lalu Al Insan Min ` Alaq padahal harus mengadirkan Allah dala setiap dakwah dan kegiatan kita.


Sebetulnya masih ada beberapa yang menjadi kendala tetapi yang terbesar adalah yang diatas.
Standar Kompetensi Guru ngaji YGNI

Dari hasil penelitian tadi maka Yayasan Guru Ngaji Indonesia memutuskan guru ngaji YGNI harus punya standar kompetensi sendiri yang bisa diandalkan baik di lingkungan sendiri maupun oleh kelmpok lain atau bahkan oleh Pemerintah.

Adapun Standar Kompetensi Gurungaji YGNI tersebut yaitu :
1.    Beraqidah Islamiyah yang kuat
Guru ngaji YGNI beraqidah Islamiyah yang kuat dan tidak terpengaruh aqidah atheism, materialisme, sosialisme dan lainnya, sehingga perlu pendidikan dan pelatihan materi Aqidah Islam agar terjadi kesepahaman.
2.      Ikhlas dalam menghidupkan sunnah
Mengajarkan keislaman harus berdasarkan Alquran dan sunnah serta guru ngaji harus punya kemamuan untuk menghidupkan sunnah diwaktu orang lain menjauhi sunnah, sehingga menjadi contoh bagi lingkungannya.
3.      Punya ghirah memajukan dan mengembalikan kejayaan umat dengan persatuan dan kesatuan Umat Islam
Setiap guru ngaji YGNI harus punya ghirah atau kemauan yang kuat untuk menghidupkan Islam dan mengembalikan kejayaan Umat Islam tanpa membedakan faham, golongan dan suku karena dasar kehancuran Umat Islam disebabkan oleh perpecahan yang disebabkan oleh ashobiyah tersebut. Dan setiap guru ngaji tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman yang keliru yang menyebabkan perpecahan umat. Kita ambil i`tibar kasus Ali RA dan Aisyah bersama kelompoknya masing-masing,  mereka sama-sama mengalami bertemu nabi Muhammad SAW dan juga sama-sama keluarga Rasulullah tapi mereka bertempur. Siapakah yang benar ? Mereka semua AHLI SUNNAH .
4.      Punya kemampuan untuk mengembangkan umat secara sosial  ekonomi bukan secara pengetahuan islam saja.
Setiap Guru ngaji YGNI harus mampu dan punya keinginan kuat untuk mensejahterakan lingkungannya sehingga perlu dukungan dari lingkungannya. sehingga umat tidak dalam penderitaan yang berkepanjangan akibat politik materialisme orang-orang kafir.
5.      Berpendidikan cukup sesuai kebutuhan sehingga perlu pendidikan dan pelatihan yang terstruktur dan memadai.
Demikian pokok standar kompetensi Guru Ngaji YGNI sehingga nantinya Guru Ngaji YGNI ilmunya bertambah dan bisa menjadi  contoh bagi para penggerak dakwah dan tidak mudah dikalahkan oleh orang-orang kafir.



Follow:
https://twitter.com/GurungajiYGNI


Guru Ngaji YGNI mengacu ketentuan umum darpPP nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan yang dijabarkan dalam tulisan berikut ini :

KUALIFIKASI AKADEMIK GURU DINIYAH TAKMILIYAH
1.   Kualifikasi Akademik Guru Diniyah Takmmiliyah Melalui Pendidikan Diniyah  Formal dan Non Formal  :
Kualifikasi  akademik  guru  pada  Diniyah Takmiliyah mencakup  kualifikasi  akademik  guru  diniyah takmiliyah awaliayah, guru Diniyah Takmiliyah Wustha dan guru Diniyah Takmiliyah Ulya, sebagai berikut ;
a.    Kualifikasi Akademik Guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah.
Guru  pada  Diniyah Takmiliyah Awaliyah harus  memiliki  kualifikasi  akademik minimum  lulus Diniyah Takmiliyah Ulya atau sederajat.
b.   Kualifikasi Akademik Guru Diniyah Takmiliayah Wustha dan Ulya.
Guru  pada  Diniyah Takmiliyah Wustha dann Ulya harus  memiliki  kualifikasi  akademik minimum  lulus Diniyah Formal .
2.   Kualifikasi Akademik Guru Diniyah Takmiliyah Melalui Uji Kelayakan dan Kesetaraan
Sarjana S1 keguruan akan tetapi tidak memiliki kualifikasi  akademik  yang  dipersyaratkan  untuk  dapat  diangkat sebagai guru Diniyah Takmiliyah maka dapat diperoleh melalui uji  kelayakan  dan  kesetaraan.  Uji  kelayakan  dan  kesetaraan  akan  dilakukan  oleh Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah.
B.  KOMPETENSI GURU DINIYAH TAKMILIYAH
Guru yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi akademik sebagai guru Diniyah Takmiliyah harus mempunyai kompetensi pedagogic, kepribadian, social dan professional.
1.   Kompetensi Pedagogik :
a.    Memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
b.   Menerapkan teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
c.    Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan dan pendidikan yang diampu.
d.   Menyelenggarakan kegiatan pengembangan diri peserta didik yang mendidik.
e.    Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk  kepentingan penyelenggaraan  kegiatan pengembangan yang mendidik.
f.     Memfasilitasi  pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagaipotensi  yang  dimiliki.
g.    Berkomunikasi  secara efektif, empatik, dan santun  dengan peserta didik.
h.   Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan  peningkatan proses pendidikan dan pembelajaran.
i.     Melakukan tindakan reflektif  untuk  peningkatan  kualitas  proses pendidikan dan pembelajaran.

2.   Kompetensi Kepribadian ;
a.    Memiiki orientasi dalam mengajar untuk mendapatkan ridla Allah SWT.
b.   Bertindak sesuai  dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
c.    Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
d.   Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa
e.    Menunjukkan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru,  dan rasa percaya diri.
f.     Menjunjung  tinggi  kode  etik profesi  guru.
g.  Biasa menjalankan qiyamulail ( tahajud dan lainnya)

3.   Kompetensi Sosial :
a.    Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi
b.   Berkomunikasi secara efektif, empatik,dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
c.    berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik,tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
d.   Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri danprofesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

4.   Kompetensi Profesional :
a.    Menguasai materi,struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
b.   Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar matapelajaran/bidang pengembangan yang diampu.
c.    Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
d.   Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
e.    Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI
TENAGA KEPENDIDIKAN DINIYAH TAKMILIYAH
Kualifikasi  akademik dan kompetensi tenaga kependidikan  pada  Diniyah Takmiliyah mencakup  kualifikasi  akademik  dan kompetensi tenaga administrasi, pelaksana urusan dan petugas layanan khusus Diniyah Takmiliyah .
Petugas Pelaksana Urusan dapat berupa ;
a.    pelaksana urusan administrasi kepegawaian,
b.   keuangan,
c.    sarana dan prasarana,
d.   hubungan diniyah takmiliyah dengan masyarakat,
e.    persuratan dan  pengarsipan,
f.     kesiswaan, dan
g.    urusan administrasi kurikulum.
Kelengkapan petugas pelaksana urusan disesuaiakan dengan kondisi Diniyah Takmiliyah yang bersangkutan.
Petugas layanan khusus di Diniyah Takmiliyah dapat meliputi :
a.    Penjaga madrasah
b.   Tukang kebun
c.    Tenaga kebersihan
d.   Pesuruh
e.    Pengumudi dan lainnya.
Pengadaan terhadap petugas layanan khusus disesuaikan dengan kondisi Diniyah Takmiliyah yang bersangkutan.
Kualifikasi akademik untuk tenaga administrasi, pelaksana urusan dan layanan khusus minimal berijazah MTs/ SMP.
Seseorang yang teleh memenuhi kualifikasi akademik untuk dapat diangkat sebagai tenaga administrasi, pelaksana urusan dan layanan khusus harus memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk dapat menangani bidang pekerjaannya dengan baik. Kompetensi tersebut mencakup ; kompetensi kepribadian, social dan teknis.
A.  Komperenai Kepribadian : 
1.   Memiliki integritas dan akhlak mulia, dengan sub kompetensi ;
a.    Berprilaku sesuai dengan kode etik
b.   Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya
c.    Menunjukkan komitemn terhadap tugas
2.   Memiliki etos kerja , dengan sub kompetensi ;
a.    Mengikuti prosedur kerja
b.   Mengupayakan hasil kerja yang bermutu
c.    Bertindak secara tepat
d.   Fokus pada tugas yang diberikan
e.    Meningktakan kinerja
f.     Melakukan evaluasi diri
3.   Mengendalikan diri, dengan sub kompetensi ;
a.    Mengendalikan emosi
b.   Bersikap tenang
c.    Mengendalikan stress
d.   Berfikir positif
4.   Memiliki rasa percaya diri, dengan sub kompetensi ;
a.    Memahami diri sendiri
b.   MEmpercayai kemampuan sendiri
c.    Bertanggung jawab
d.   Belajar dari kesalahan
5.   Memiliki fleksibilitas, dengan sub kompetensi ;
a.    Mengupayakan keterbukaan
b.   Menghargai pendapat orang lain
c.    Menerima diri sendiri dan orang lain
d.   Menyesuaikan diri sendiri dengan orang lain
6.   Memiliki ketelitian, dengan sub kompetensi ;
a.    Melaksanakan kaidah-kaidah yang terkait dengan tugasnya
b.   Memperhatikan kejelasan tugas
c.    Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja
7.   Memiliki kedisiplinan, dengan sub kompetensi ;
a.    Mengatur waktu
b.   Mentaati peraturan yang berarti
c.    Menaati peraturan asas yang berlaku
8.   Kreatif dan inovatif, dengan sub kompetensi ;
a.    Berfikir alternatif
b.   kaya ide/gagasan baru
c.    memanfaatkan peluang
d.   mengikuti perkembangan ipteks
e.    melakukan perubahan
9.   memiliki tanggung jawab, dengan sub kompetensi ;
a.     melaksanakan tugas sesuai aturan
b.   berani mengambil resiko
c.    tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain
B. Kompetensi Sosial :
1.   Bekerja sama dengan tim, dengan sub kompetensi ;
a.    Berpartisipaasi dalam kelompok
b.   Menghargai pendapat orang lain
c.    Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim
2.   Memberikan layanan prima, dengan sub kompetensi ;
a.    Memberikan kemudahan layanan kepada pelanggan
b.   Menerpkan layanan sesuai dengan prosedur operasi standar
c.    Berempati kepada pelanggan
d.   Berpenampilan prima
e.    Menepati janji
f.     Bersikap ramah dan sopan
g.    Mudah dihubungi
h.   Komunikatif
3.   Memiliki kesadaran berorganisasi, dengan sub kompetensi ;
a.    Memahami struktur organisasi sekolah/madrasah
b.   Mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang kondusif
c.    Menghargai dan menerima perbedaan antar anggota
d.   Memiliki tangung jawab mencapai tujuan organisasi
e.    Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah /madrasah
4.   Berkomunikasi efektif, dengan sub kompetensi ;
a.    Menjadi pendengar yang baik
b.   Memahami pesan orang lain
c.    Menyampaikan pesan dengan jelas
d.   Memahami bahasa verbal dan nonverbal
5.   Membangun hubungan kerja, dengan sub kompetensi ;
a.    Melakukan hubungan kerja yang harmonis
b.   Memposisikan diri sesuai dengan peranannya
c.    Memelihara hubungan internal dan eksternal
C. Kompetensi Teknis :
Memiliki kemempuan untuk bisa mengerjakan tugas dengan baik sesuai dengan bidang yang ditangani.