Sabtu, 26 Oktober 2013

Panduan Bekam Bagi Pemula

Pengantar
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah besabda :
الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ
“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam & sundutan dgn api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dgn kay.” (HR Bukhari)
Dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :
إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ
“Sesungguhnya cara pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah alhijamah (bekam) & fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)
Persiapan Bekam
Sebenarnya tak ada persiapan khusus jika akan melakukan bekam. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli bekam, beberapa ahli menganjurkan agar berpuasa terlebih dahulu, adapun ahli bekam yang lain justeru menyarankan makan terkebih dahulu 2 jam sebelum dilakukan bekam utk menghindari syok/pingsan.
Adapun langkah persiapannya sebagai berikut :
1.    Lakukan pemeriksaan umum, meliputi : tekanan darah, nadi, temperatur  tubuh, pernafasan, lidah iris (iridology), telapak tangan (palmistry) & lain-lain. Yang terpenting adalah bisa mengetahui penyakitnya, boleh dgn cara diagnosis medis maupun secara tradisional atau gabungan keduanya. Pasien dgn kondisi fisik yang sangat lemah sebaiknya ditunda utk dilakukan bekam.
2.    Cari & Diagnosa penyakitnya,  Jika diperlukan lakukan pemeriksaan laboratorium, rekam jantung/EKG, CT-Scan, & lain-lain utk memudahkan diganosa penyakit.
3.    Tentukan Titik bekamnya, Dalam menentukan titik bekam terdapat beberapa versi (madzhab) ada yang berdasarkan titik nabawi saja, berdasarkan lokasi keluhan, berdasarkan titik akupuntur & ada yang mendasarkan pada anatomi & patofisiologi organ yang bermasalah. Sampai sekarang belum ditemukan kata sepakat diantara beberapa madzhab tersebut, penulis sendiri bermadzhab pada titik bekam yang didasarkan pada titik nabawi & anatomi & patofisiologi organ yang bermasalah.
4.    Persiapkan Bahan & Alatnya,
•    Alat yang digunakan adalah : kop/gelas bekam & handpump (pompa), pisau bedah, bisturi, skapel, klem, kain duk, sarung tangan, masker wajah,mangkok/cawan, nampan, tempat sampah, meja, kursi & bed periksa. Jika memungkinkan diusahakan memiliki tabung oksigen utk mengantisipasi apabila terjadi pingsan/syok.
•    Bahan yang digunakan adalah : kassa steril, iodine,desinfektan, larutan H2O2, minyak zaitun & minyak habbatussauda’.
Untuk mensterilkan alat-alat yang digunakan tersebut maka setelah dicuci & dibersihkan lalu dimasukkan kedalam sterilisator. Yang umum digunakan adalah dgn teknologi pemanasan & ozone.
Pisau bedah, sarung tangan, masker wajah hanya boleh digunakan sekali pakai, setelah selesai satu pasien maka langsung dibuang.
Ruangan harus bersih, cukup penerangan, cukup ventilasi & aliran udara serta tak pengap. Dilarang menggunakan kipas angin di ruangan pada saat dilakukan bekam. Jangan melakukan bekam di tempat terbuka, tempat yang berdebu atau persis dibawah blower AC.
Tidak boleh menggunakan jarum, silet, gelas minum/bekas botol, tanduk, tissue & kain lap untup melakukan bekam. Walaupun tampak bersih namun peralatan tersebut bukan merupakan peralatan standar medis utk suatu tindakan bedah minor seperti bekam.
Disarankan setiap pasien memiliki kop bekam sendiri. Bagi penderita HIV-AIDS (ODHA), hepatitis (sakit kuning), pecandu narkoba & penyakit menular lainnya wajib memiliki peralatan bekam sendiri & tak boleh digunakan pasien lain walaupun sudah disterilkan.
Jenis Bekam
Berdasarkan prosesnya, bekam dibagi menjadi 2 macam : Bekam Kering & Bekam Basah.
1.    Bekam Kering (Dry Cupping) disebut juga Bekam Angin
Yakni metode bekam dgn tanpa mengeluarkan darah, bekam jenis ini ditujukan utk mengeluarkan kelebihan angin dlm tubuh. Caranya adalah:
•    Mulailah dgn membaca basmallah & bersihkan bagian tubuh yang akan dibekam dgn kapas/kasa yang diberi cairan NaCl fisiologis.
•    Boleh dilakukan pemijatan ringan dgn menggunakan minyak zaitun selama lebih kurang 5 menit utk merelaksasikan otot & memudahkan proses pembekaman.
•    Tentukan titik bekam sesuai dgn keluhan pasien.
•    Pilih gelas bekam (kop) berdasarkan lokasi bagian tubuh yang akan dibekam & postur tubuh tubuh. Pasien yang ukuran tubuhnya besar tentu kita pilihkan kop dgn ukuran yang lebih besar.
•    Pompa kop bekam dgn piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan sampai kekuatan sedotan dirasakan cukup, besarnya kekuatan pompa  berbeda utk masing-masing pasien.
•    Biarkan selama 10 menit (bagi pria), 7 menit (bagi wanita) atau 3 menit (bagi anak-anak). Jangan terlalu lama karena akan menyebabkan munculnya gelembung/blister.
•    Lepas gelas bekam & pijat kembali dgn minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit utk menghilangkan bercak-bercak hitam.
Bekam jenis ini sangat aman & bisa dilakukan oleh orang awam sekalipun. Titik bekamnya pun lebih bebas & fleksibel sesuai dgn keluhan yang dirasakan pasien. Misalkan pasien mengeluhkan sakit pada kepala bagian depan maka boleh langsung melakukan bekam kering pada bagian dahi.
Bentuk variasi dari metode Bekam kering ini adalah :
a.    Bekam Luncur (Sliding Cupping)
Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dgn Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.
b.    Bekam Cepat (Flash Cupping) atau Bekam Tarik
Yaitu metode bekam dgn cara tarik lepas – tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar dibekam, atau apabila dibekam gelas cenderung jatuh. Area ini biasanya di sekitar wajah & dahi.
2.    Bekam Basah (Wet Cupping)
Metode bekam inilah yang dimaksudkan pada hadits-hadits tadi & merupakan metode bekam yang sebenarnya yakni dgn mengeluarkan darah.
•    Mulailah dgn membaca basmallah & mensterilkan bagian tubuh yang akan dibekam dgn desinfektan (misalnya. Iodin)
•    Dilanjutkan dgn penghisapan kulit menggunakan gelas bekam (kop), kekuatan penghisapan pada setiap pasien umumnya berbeda-beda. Lama penghisapan adalah antara 5-7 menit, tindakan ini sekaligus berfungsi sebagai Anestesi (pembiusan) lokal. Diutamakan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan kemudian yang sebelah kiri.
•    Dengan menggunakan pisau bedah standar (bisturi) dilakukan syartoh /penyayatan (jumlah sayatan 5-15 utk satu titik tergantung diameter kop yang dipakai, panjang sayatan 0,3-0,5 cm, tipis & tak boleh terlalu dalam, dilakukan sejajar dgn garis tubuh). Salahsatu tanda bahwa sayatannya baik adalah sesaat setelah disayat, kulit tak mengeluarkan darah akan tetapi setelah disedot dgn alat maka darahnya baru keluar.
•    Lakukan penghisapan kembali & biarkan “darah kotor” mengalir di dlm kop selama 5 menit.
•    Bersihkan & buang darah yang tertampung dlm kop & jika perlu bisa lakukan penghisapan ulang seperti tadi. Tidak boleh dilakukan pengulangan sayatan.
•    Bersihkan bekas luka & oleskan minyak habbatus sauda yang steril. Umumnya bekas bekam akan hilang setelah 2-5 hari.
•    Ucapkan Alhamdulillah & rasakan keajaiban “mukjizat” medis bekam.
Istirahatlah secukupnya setelah berbekam, lebih baik lagi tidur. Minumlah air putih, madu, sari kurma atau teh manis utk mempercepat pemulihan. Jika ingin makan, usahakan lebih dari satu jam sesudahnya & menghindari makan asam, pedas, mie & minuman bersoda/berkarbonase. Hindari pula utk melakukan jima’ setelah bekam.
Anda boleh bahkan dianjurkan mandi setelah 2 jam melakukan bekam. Sebaiknya menggunakan air hangat utk mempercepat proses pemulihan. Hindari utk menggosok bekas sayatan bekam dgn sabun secara berlebihan karena selain terasa perih juga akan memperlambat proses penyembuhan luka.
Umumnya bekas bekam akan hilang dlm waktu 3 hari sampai 1 minggu setelah bekam tergantung bentuk & warna yang ditinggalkan. Untuk mempercepat hilangnya lebam bekas bekam maka cukup dikompres dgn air hangat.
Semoga informasi ini bermanfaat.
Baarokallaahu fiikum..
[sumber: Majalah Asy-Syifa` edisi 1. Untuk pertanyaan seputar bekam, silakan ditanyakan langsung ke blog penulis: kaahil.wordpress.com/ ]
sumber: www.al-atsariyyah.

0 komentar:

Posting Komentar